Search

Nostalgia Keseruan COC dengan Bermain ML



Tulisan ini bukan bertujuan untuk membandingkan antara COC dan ML, karena walau dicocokologi seperti apapun genre dari kedua game ini memang berbeda. Yang membuat saya ingin menulis tentang dua game yang masing-masing keren pada zamannya ini hanyalah sebuah keisengan. Keisengan yang tidak dapat dibendung. Sama halnya seperti keisengan saya ketika bermain game.

COC (jangan dibaca coc, tapi ce o ce) bagi saya pada saat itu adalah "something", COC is life, entah apa maksud dari kata-kata tersebut namun pastinya membawa pesan betapa pentingnya coc pada waktu itu. Saking terobsesinya saya dengan game coc ini, pernah ketika ada tugas untuk membuat sebuah majas, saya membuatnya dengan embel-embel coc, dan dengan PD membacakannya. Kadang, beberapa hal yang telah terjadi membuat saya menginginkan adanya mesin waktu.

" COC IS LIFE "

Walaupun begitu banyak efek negatif menjadi seorang Clasher (pemain coc), saya mungkin tidak akan menyesal, mengingat keseruan yang benar-benar hadir dikala bermain. Ditambah lagi saya mempunyai clan sendiri beranggotakan orang-orang asing, teman-teman kelas dan saya sebagai ketuanya, serasa mereka adalah para budak dan sayalah rajanya. Clan tersebut terus mendapatkan kemenangan beruntun, hingga ada seorang kampret yang membuatnya kalah, disitulah mulanya kekalahan demi kekalahan menghampiri hingga akhirnya kami semua berhenti bermain game dan sibuk dengan pendaftaran di universitas masing-masing.

Setelah beberapa tahun tidak kecanduan bermain game, saya meragukan Mobile Legend sebagai game yang akan membawa keseruan seperti halnya yang saya dapatkan ketika bermain COC. Namun saya salah. Mengutip perkataan dari film the lord of the rings,

"SAYA TIDAK PERNAH SESALAH INI SEBELUMNYA"
 
Mobile Legend adalah game yang bisa memenuhi kebutuhan "psikologis" saya akan sebuah kenangan indah bermain COC. Hal ini saya sadari ketika saya menyalakan mikrofon dan kemudian bermain bersama beberapa orang yang tidak saya kenal beberapa kali, dan berjanji untuk mabar lagi keesokan harinya. Ya, seperti inilah keseruan yang dulu saya rasakan ketika membuat clan dengan orang-orang asing didalamnya. Game ini tidak hanya membutuhkan strategi dan kekompakan, namun juga kemampuan dalam meramu gear, timing dalam menyerang musuh dsb. ML melampaui ekspektasi saya, dan harusnya saya tahu hal itu ketika game ini pertama kali booming. Dan saya merasa bahwa ML mungkin game yang tidak akan tergantikan.

Namun pada akhirnya, segala sesuatu akan usang, dan hal yang lebih keren akan datang menggantikannya. But who knows ?
BERIKAN KOMENTAR ()